Rumah Lantai 2 Minimalis

Sabtu, Mei 20th 2017. | Rumah Minimalis

Saat ini rumah lantai 2 minimalis sedang sangat populer. Kebutuhan ruang yang dirasa semakin besar, sementara jumlah ruang bidang tanah yang tersisa sudah semakin sedikit, atau simply karena tidak bisa membeli lahan yang mencukupi, membuat tren bangunan hunian 2 lantai menjadi populer. Sementara itu tren konsep minimalis, baik pada fasad bangunan maupun interior, juga tetap banyak disukai. Kedua hal tersebut dikombinasikan, menjadikan rumah lantai 2 minimalis sebagai konsep pilihan idaman untuk hunian masa kini.

Permainan bidang besar pada konsep fasad hunian minimalis, seperti mendapatkan tempatnya jika di-aplikasikan pada konsep rumah lantai 2. Dengan bidang dinding total yang semakin luas dengan keberadaan lantai kedua, arsitek akan memperoleh keleluasaan dalam berkreasi. Hal ini tentu saja sesuai dengan permintaan konsumen masa kini dengan kebutuhan seperti yang sudah diuraikan di awal tulisan ini.

Kedua konsep rumah lantai 2 minimalis pada gambar di atas, menggunakan banyak garis horisontal untuk memberikan kesan kokoh sembari menghindari kesan jangkung. Penggunaan warna lebih dari satu, lazim digunakan pada konsep hunian minimalis, untuk mempertegas bentuk-bentuk bidang. Namun tidak seperti umumnya rumah minimalis yang ada saat ini, pada kedua rumah lantai 2 minimalis di atas, memilih menggunakan warna yang tidak saling kontras, sehingga memberi kesan teduh.

Sedangkan untuk dua rumah lantai 2 minimalis untuk gambar-gambar di atas ini, tidak terlalu banyak menggunakan garis, namun lebih menonjolkan permainan blok bidang yang dibentuk oleh dinding, jendela-pintu dan atap. Namun dari segi permainan warna bidang dinding, rumah pada gambar pertama, nampak lebih manis dan cenderung tidak monoton, walaupun cuma bermain dengan warna-warna dasar abu-abu dan putih. Sedangkan pada rumah di gambar kedua, tampak terlalu monoton karena bidang dinding yang berwarna sama terlalu luas.

 

Gambar di atas, adalah contoh aplikasi desain rumah lantai 2 minimalis pada daerah kampung perkotaan di mana lahan sudah sangat terbatas, sehingga tidak memungkinkan lagi mempunyai teras ataupun halaman yang luas. Dalam hal kondisi ini, titik berat desain rumah lantai 2 minimalis, dioptimalkan pada fasad dinding lantai bawah.